Minggu, 27 Juni 2010

Mengenal 3G, HSDPA, 4G and EVDO Technology

Mobile Community semakin dimanjakan dengan banyaknya pilihan koneksi di Indonesia. Janji-janji manis berupa
kecepatan 1,5Mbps hingga 7Mbps gencar dipromokan oleh operator telekomunikasi seperti XL Axiata, Indosat, Telkomsel, Axis, 3, sampai Esia, Fren dan Smart. Semuanya menjanjikan layanan tercepat dan
termurah. Namun, sudahkah Anda tahu teknologi yang ada di belakang paket-paket Internet Seluler tersebut?
  Perusahaan telepon seluler kini mulai mengembangkan teknologi baru yang akan membantu membuat telekomunikasi lebih mudah dan lebih menarik bagi banyak konsumen. Salah satu kemajuan teknologi selular adalah teknologi 3G.   Teknologi 3G, yang merupakan singkatan dari generasi ketiga (3rd Generation)  bertujuan meningkatkan efi siensi data yang dapat ditransfer melalui telepon seluler. Kecepatan transfer data untuk telekomunikasi selular generasi ketiga sampai 2 Mbps. Selain fi tur ini, ponsel 3G juga memiliki suara kon-
vensional, faks dan layanan data, serta video resolusi tinggi dan layanan multimedia yang dapat digunakan ketika sedang beraktivitas. Hal ini juga mencakup  layanan mobile offi ce seperti perbankan dan online virtual, video conferencing, online hiburan dan akses ke dunia Internet.   Teknologi telepon selular akan memperbaiki cara orang dalam berkomunikasi satu sama lain, serta mengembangkan penggunaan hal baru pada telepon seluler. Salah satu keuntungan pengguna teknologi seperti telepon seluler yakni kemampuan telepon digunakan untuk menonton acara televisi, dan juga memungkinkan untuk percakapan video dengan orang lain yang juga menggunakan teknologi 3G yang sama.   Hal ini membuat salah satu ponsel 3G fi tur paling penting dengan lebih baik, ini merupakan kemampuan bagi orang-orang untuk melakukan konferensi video. Namun, ini hanya
membentuk sebagian yang sangat kecil bagi penggunaan ponsel 3G. Aplikasi lain dari teknologi 3G termasuk peta dan layanan posisi, multiplayer game, dan yang lebih populer dengan ponsel jenis ini adalah pelanggan yang lebih muda.   Teknologi 3G pada telepon seluler juga dapat menguntungkan Anda dengan berbagai aplikasinya. 3G dapat membantu menyederhanakan tugas-tugas sehari-hari seperti belanja, di mana Anda dapat memesan item yang Anda butuhkan untuk mengisi kembali persediaan di rumah anda, dipasar lokal Anda akan siap untuk mengambil barang begitu Anda berada di sana, memberikan Anda kesempatan dalam manajemen waktu Anda.
  Anda juga dapat membayar tagihan dan cek saldo, Anda dengan masuk ke rekening bank dengan hanya meng-
gunakan perangkat 3G yang Anda miliki. Anda juga dapat membuka buku menu makan malam dan pemesanan hotel di semua kota. Teknologi seperti ini memberikan keuntungan kepada Anda dengan menyediakan fl eksibilitas yang cukup untuk berfungsi di tempat kerja Anda. Telekonferensi adalah salah satu aplikasi terbaik untuk teknologi 3G dalam pekerjaan Anda.
  Walaupun teknologi 3G menawarkan banyak kemajuan dan perubahan baru dalam dunia telekomunikasi, masih
ada beberapa hal yang menyebabkan penggunaan sistem komunikasi telepon 3G sebagai teknologi yang merugikan. Satu hal yang membuat telepon seluler 3G merugikan bagi para penggunanya adalah kenyataan bahwa jenis telepon selular lebih mahal dibandingkan dengan mereka yang tidak berbagi teknologi yang sama. Selain itu, fi tur video conferencing teknologi 3G hanya dapat digunakan dengan sesama pengguna.

Sejarah 3G, HSDPA dan EVDO Network
  3G pertama kali di perkenalkan oleh NTT DoCoMo di Jepang yang di branding dengan nama FOMA. Mulai dikenal-
kan pada bulan Mei 2001 dan disempurnakan lagi pada bulan Oktober 2001. Walaupun masih ada kendala keterlambatan pengiriman data karena realibitas jaringan yang terbatas. Jaringan kedua yang memperkenalkan adalah SK Telecom dari Korea Selatan dalam jaringan 1xEV-DO pada bulan Januari 2002. Nokia 6650 adalah handset pertama yang mengadopsi teknologi UMTS.  Pada bulan Desember 2007, 190 Operator di 40 Negara telah mengadopsi tenology 3G dengan baik, serta 154 Operator Telekomunikasi di 71 Negara.  Di tahun yang sama, 200 Juta pelanggan 3G sudah terkoneksi. Walaupun dari 3 Milyar pelanggan telepon seluruh dunia, ini baru 6,7%-nya saja.   3G adalah standar komunikasi nirkabel dan portable yang di defi nisikan oleh ITU (Internasional Telecommunication Union) dimana teknologi ini termasuk di dalam jaringan GSM, EDGE, UMTS, dan CDMA 2000, DECT dan WiMAX.  Layanan termasuk dalam area yang luas dare voice, video call, data nirkabel, dan lingkungannya. Berbeda dengan 2G dan 2,5G dimana 3G memungkinkan penggunaan data dan voice secara bersamaan dengan kecepatan maksimum sampai 14Mbit/detik untuk downstream dan 5,8Mbit/detik untuk upstreamnya.  Dengan jaringan 3G ini, operator dapat lebih fl eksibel memberikan layanan jaringan dengan lebih leluasa memaksimalkan effi ciency di network.

Evolusi dari 2G sampai 4G
  2G network masih tersedia sebagai layanan suara dan transmisi data berkecepatan rendah. Dari 2G ke 2,5G
  Sebuah lompatan pertama evolusi 2G adalah memperkenalkan teknologi GPRS (General Packet Radio Service).
Lalu dikombinasikan dengan layanan suara dan beralih nama menjadi 2,5G.  GPRS dapat memberikan kecepatan akses 56Kbit/detik sampai maksimal 114Kbit/detik. Ini dapat mengakses teknologi dan layanan WAP (Wireless Application Protocol), MMS (Multimedia Messaging Service) dan komunikasi email serta WWW (World Wide Web).
From 2,5G to 2.75G (EDGE)
EDGE (Enhanced Data Rates for GSM Evolution)adalah diperkenalkan di tahun 2003 oleh AT&T di Amerika.EDGE adalah standarisasi 3GPP dan salah satu bagian dalam keluarga GSM.
Evolusi 4G
  3GPP dan 3GPP2 adalah perpanjangan dari teknologi standar 3G. Hal ini dikarenakan sudah memiliki IP-Network
infrastruktur, dan dengan di kembangkannya jaringan MIMO, yang merupakan sebuah karakter tersendiri untuk IMT-Advanced (4G). Standard 4G yang diyakinin mampu mencapai kecepatan 1Gbit/detik untuk downstream serta 100Mbit/detik untuk upstream) standar ini belum pernah tercapai. Jaringan yang sudah ada serta pengembangan dari 3G ini biasa disebut 3,9G atau Pre-4G.  Adalah Qualcomm yang memberanikan diri untuk mengembangkan teknologi ini. Di bulan Desember 2009, Telia Sonera mengumumkan kepada dunia teknologi 4G kepada pelanggan pertamanya. Negara yang mampu mencicipi teknologi ini adalah Stockholm, Sweden, Oslo, dan Norway.

Sumber : disini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar